Ruang kegiatan belajar mengajar di SMAN 34 Jakarta bukan sekadar tempat tertutup dengan papan tulis dan meja, namun tempat para murid mengeksplorasi pengetahuan dan keterampilan melalui berbagai media dan sumber belajar. Murid bahkan bisa mendapat ilmu baru di ruang terbuka nan asri.
Siang itu, siswa kelas XII berbondong-bondong keluar kelas dan menggotong pot berisi aneka tanaman hias. Dalam semester ganjil tahun ajaran 2025/2026, mereka diajarkan Budidaya Tanaman Hias dalam mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan atau PKWU.
Untuk melaksanakan kegiatan tersebut, guru PKWU SMAN 34 Jakarta, Rahmawati, telah membagi murid dalam kelompok yang beranggotakan dua orang. Mereka akan bekerjasama dari tahap penentuan tanaman hias hingga evaluasi.
Rahmawati tidak hanya mengajarkan teori, namun juga praktik. Hal ini mencakup presentasi cara budidaya tanaman hias, persiapan media tanam, penanaman dan perawatan tanaman, evaluasi pertumbuhan tanaman hias, dan ditutup dengan latihan soal. Setiap minggunya, Rahmawati akan memberi masukan ke masing-masing kelompok agar tanaman mereka tetap subur.
“Selain pada aspek pengetahuan, murid juga diharapkan bisa merencanakan hingga menganalisis peluang dan tantangan dalam usaha budidaya tanaman hias,” ujar Rahmawati.
Praktik di luar ruangan kelas ini menciptakan antusiasme yang tinggi bagi murid. Salah satunya adalah murid XII C Nadia Putri Prawita Sari yang kini paham berbagai jenis serta manfaat budidaya tanaman hias.
“Saya sendiri memilih untuk membudidayakan lidah mertua (Sansevieria) yang bermanfaat untuk menyaring udara kotor,” kata Nadia dengan antusias.
Senada dengan Nadia, murid kelas XII B Alfen Nur Abdelcholis menyampaikan bahwa pelajaran ini membuat ia paham cara merawat dan menjaga tanaman.
“Sebelumnya saya sulit membedakan hama di tanaman, kini saya sudah mengetahui jenis-jenis dan cara membasminya. Tanaman ini akan saya rawat untuk kebutuhan di rumah,” ujar Alfen.
Dalam menjalankan praktik ini, Rahmawati didampingi oleh seorang peserta program Setneg ke Sekolah (SkS), Safira Arum Nisa. Arum, panggilan akrabnya, berkomunikasi dengan murid di setiap kelompok untuk mengatasi hambatan dalam pembelajaran. Kerjasama antara Arum dan Rahmawati menciptakan suasana pembelajaran yang positif sekaligus berkontribusi dalam upaya penghijauan lingkungan sekolah.