Ramadhan Khodarul Hakim dan Tursina Dahlia, dua Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), menjadi sebagai narasumber dalam Workshop “Pembelajaran Mendalam” yang diadakan di SMPN 2 Bojonggede, Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/08/2025).
Dalam kegiatan ini, peserta Setneg ke Sekolah tersebut berbagi pengetahuan tentang teknik pembuatan dan produksi video pembelajaran kepada para guru di tempat mereka ditugaskan, yang bertujuan untuk memperkaya metode pengajaran di sekolah.
Kepala SMPN 2 Bojonggede, Sunarna menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kontribusi dari CPNS Kemensetneg. Menurutnya, kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan di sekolah saat ini.
“Atas nama pribadi dan institusi, saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Ramadhan dan Ibu Tursina dari Kementerian Sekretriat Negara karena telah memberikan meteri yang sangat dibutuhkan bapak dan ibu guru. Ini memotivasi dalam proses pembelajaran di kelas. Mudah-mudahan ini menjadi motivasi bagi guru-guru kami”, ujar Sunarna.
Kegiatan ini merupakan inisiatif SMPN 2 Bojonggede dalam menghadirkan pengalaman belajar yang variatif dan berkesan bagi murid-murid. Dengan adanya video pembelajaran, diharapkan materi ajar dapat lebih mudah dipahami dan diakses oleh para siswa.
Para guru yang mengikuti workshop menyambut antusias kegiatan ini. Diya Nur Mutiasari, salah satu guru bahasa Indonesia di SMPN 2 Bojonggede, menyampaikan kesannya terhadap materi yang diberikan CPNS Kementerian Sekretariat Negara.
“Terima kasih atas materinya, sangat menyenangkan, mudah dipahami. Saya sangat terbantu sekali dengan materi membuat video pembelajaran menggunakan aplikasi canva” kata Diya selepas kegiatan workshop.
Di sisi lain, Ramadhan mengaku sangat senang dapat berbagi ilmu dengan para guru di SMPN 2 Bojonggede.
“Saya bersyukur dengan adanya program SkS dari kemensetneg, sebab lewat program ini, kami dapat hadir, merasakan, dan memberi kontribusi nyata khususnya kepada dunia pendidikan di Indonesia” tutur Ramadhan.
Sementara, Tursina menyampaikan harapannya agar workshop kali ini dapat bermanfaat untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran di satuan pendidikan.
“Kami percaya bahwa inovasi dalam metode pengajaran adalah kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Sehingga guru akan memiliki variasi dalam penyajian materi dan informasi, dan proses pembelajaran akan menyenangkan,” kata Tursina. (Ramadhan/Tursina/UN)