Guna meningkatkan literasi para siswa, SMPN 19 Bogor, Jawa Barat, rutin menggelar kegiatan membaca bersama yang bertajuk “Selasi” atau Selasa Literasi. Di setiap hari Selasa, para siswa berkumpul di lapangan untuk membaca berbagai macam literatur yang mereka pilih, baik berupa fiksi maupun nonfiksi.
Sesuai membaca, sejumlah siswa pun diminta untuk mempresentasikan atau membagikan cerita mengenai buku yang mereka baca kepada para siswa lainnya. Pada Selasa (29/07/2025), salah satu siswa yang bercerita adalah Joy, siswa kelas VIII.
“Saya membaca Amazing Top 10: 510++ Fakta Luar Biasa di Dunia, buku ini mengajarkan fakta-fakta yang ada di dunia dan juga pengetahuan umum,” kata Joy.
Joy menambahkan, kegiatan Selasi ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan ilmu pengetahuan sekaligus mengetahui hal-hal baru.
“Jadi kita bisa belajar untuk mencari suatu ilmu di sebuah buku,” ujarnya.
Senada, Fahira, siswa kelas IX, mengatakan bahwa kegiatan Selasi dapat meningkatkan keterampilannya dalam berkomunikasi serta menyelesaikan masalah.
“(Manfaat selasi) yang pertama menambah wawasan dan pengetahuan, yang kedua menambah skill komunikasi, yang ketiga membantu kita menyelesaikan masalah, (belajar dari) konflik yang terjadi di novel yang kita baca,” ujar Fahira.
Muhammad Rigan Agus Setiawan, peserta Setneg ke Sekolah (SkS) yang ditempatkan di SMPN 19 Bogor, turut berperan dalam upaya meningkatkan literasi bagi para siswa. Rigan memperkenalkan cara untuk mencari dan membaca berbagai buku yang ada di ruang digital serta pengetahuan terkait lainnya.
“Dalam rangka mendukung Asta Cita ke-4 Presiden Republik Indonesia yaitu penguatan kualitas pendidikan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045, saya ikut serta dalam upaya meningkatkan literasi di sekolah,” ujar Rigan.
Para siswa SMPN 19 Bogor pun menyambut antusias pengetahuan baru yang diajarkan oleh Rigan. Salah satunya adalah Lydia, yang berharap seluruh anak Indonesia dapat dengan mudah memperoleh berbagai informasi yang bermanfaat di ranah digital.
“Semoga seluruh anak di Indonesia bisa mengetahui literasi digital,” ujar Lydia. (Rigan – UN)